STUDI PERHITUNGAN JATUH TEGANGAN DAN RUGI-RUGI DAYA PADA PENYULANG MERAPI GARDU INDUK SIMPANG TIGA

2018 
Kualitas pada suatu penyaluran tenaga listrik dipengaruhi oleh besar kecilnya rugi-rugi pada jatuh tegangan dan rugi-rugi daya. Semakin kecil rugi-rugi pada jatuh tegangan dan rugi-rugi daya maka kualitasnya akan semakin baik, apalagi dengan semakin berkembanganya jumlah penduduk maka akan semakin banyak beban yang mengakibatkan semakin dibutuhkannya energi listrik. Pada sebuah saluran distribusi biasanya memiliki nilai jatuh tegangan dan rugi-rugi daya yang paling besar. Maka ada ketetapan (SPLN no.72 Tahun 1987) yang menyatakan bahwa tegangan terendah yang diperbolehkan adalah sebesar 10 % dari nilai kerja nominal. Studi perhitungan jatuh tegangan dan rugi-rugi daya dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar rugi-rugi yang ada pada sistem distribusi Penyulang Merapi pada Gardu Induk Simpang Tiga tersebut. Metode yang dilakukan ialah dengan mendapatkan data-data yang dibutuhkan kemudian dilakukan perhitungan jatuh tegangan dan rugi-rugi dayanya. Hasil yang didapatkan merupakan hasil total dari jatuh tegangan dan rugi-rugi daya pada Penyulang Merapi yaitu 3,1114 kV dengan persentase jatuh tegangannya 15,177 % , nilai tersebut menunjukkan bahwa tidak memenuhi standar yang ditentukan. Hal ini bearti dibutuhkan perbaikan pada sistem penyaluran tersebut. Jatuh tegangan persegmen sangat bervariasi tergantung dari panjang penghantar, besar arus saluran dan jenis impedansi, Jatuh tegangan terbesar ada pada saluran 79 dengan nilai 217,7194 V. Untuk rugi-rugi daya didapatlah nilai rugi-rugi daya total 732474,4685 watt dan persentasenya terhadap daya yang terpakai total yaitu 6,972 % dengan nilai rugi-rugi daya terbesar ada pada line 106 yaitu 58943,8696 Watt. Nilai ini masih memenuhi nilai standar rugi-rugi daya yaitu dibawah 8,5 %.
    • Correction
    • Source
    • Cite
    • Save
    • Machine Reading By IdeaReader
    0
    References
    0
    Citations
    NaN
    KQI
    []